Perayaan Imlek tidak hanya identik dengan membagi angpau dan kemeriahan kembang api, tapi juga soal simbolisme di atas piring. Setiap hidangan yang disajikan mengandung makna simbolis yang membawa doa, harapan, dan keberuntungan untuk tahun yang baru.
Berikut adalah fakta unik dan mitos dibalik hidangan khas Imlek yang mungkin belum kamu ketahui :
1. Siu Mie (Mie Panjang Umur) : Mie ini adalah simbol doa agar kita sehat dan panjang umur.
- Faktanya : Mie ini biasanya berukuran sangat panjang dan tidak diputus saat dimasak.
- Mitosnya : Kamu dilarang memotong atau menggigit mie sampai putus saat makan. Jika terputus, dipercaya umur atau rezekinya bisa ikut pendek. Jadi, teknik "seruput sampai habis" adalah kunci!
2. Ikan Bandeng atau Ikan Utuh : Dalam bahasa Mandarin, kata "Ikan" (Yu) terdengar mirip dengan kata "Sisa" atau "Surplus".
- Faktanya : Ikan harus disajikan secara utuh (ada kepala dan ekor) untuk melambangkan awal dan akhir tahun yang baik.
- Mitosnya : Ada aturan tertulis bahwa ikan tidak boleh dihabiskan pada malam tahun baru. Menyisakan sedikit ikan melambangkan bahwa rezeki kamu akan terus berlebih (surplus) sampai tahun berikutnya. Selain itu, bagian kepala ikan harus diarahkan ke tamu yang paling dihormati atau orang tua.
3. Kue Keranjang (Nian Gao) : Kue tradisional ini terbuat dari tepung beras ketan dan gula, dengan tekstur lengket dan warna coklat keemasan.
- Faktanya : Disebut Nian Gao (kue tahunan) yang melambangkan peningkatan rezeki atau posisi yang lebih tinggi dari tahun lalu.
- Mitosnya : Tekstur ketan yang lengket dipercaya melambangkan eratnya persaudaraan dan hubungan kekeluargaan. Menyantapnya saat Imlek diyakini akan memberikan "kehidupan yang manis" dan membuat Dewa Dapur senang sehingga melaporkan hal baik ke Surga.
4. Pangsit (Dumpling / Jiazi) : Hidangan yang satu ini akan selalu digemari oleh banyak orang saat malam Tahun Baru Imlek. Dumpling bisa disajikan dengan berbagai cara, baik itu dikukus, digoreng, hingga direbus.
- Faktanya : Pangsit memiliki bentuk seperti uang kuno Tiongkok (ingot) yang melambangkan kekayaan.
- Mitosnya : Semaking banyak pangsit yang dimakan, semakin banyak uang (kekayaan) yang akan didapatkan di tahun mendatang. Ada juga tradisi menyembunyikan koin di dalam satu pangsit, dan siapa yang mendapatkannya dipercaya akan mendapatkan keberuntungan besar.
5. Jeruk Mandarin : Buah jeruk, pada perayaan Imlek ini, menandakan adanya keberlimpahan rezeki. Biasanya, jeruk yang disajikan sebagai menu makanan Imlek adalah jeruk bertangkai dan berdaun.
- Faktanya : Warna oranye/kuning cerah dianggap merepresentasikan emas, melambangkan kekayaan dan kemakmuran.
- Mitosnya : Memberikan jeruk harus dalam jumlah genap (biasanya sepasang atau 8 buah). Angka genap melambangkan kebahagiaan yang berlipat ganda. Namun, jangan pernah memberikan 4 buah jeruk, karena angka 4 (si) terdengar seperti kata "mati" dalam bahasa Mandarin.
Jadi, itulah beberapa fakta dan mitos makanan khas Imlek yang penuh arti simbolis di setiap gigitan. Setiap hidangan tentunya membawa harapan dan doa baik untuk tahun yang baru ini. Kamu bisa dapatkan makanan, buah, hingga pernak-pernik Imlek di YOGYA Online. Selamat Tahun Baru Imlek, Yolers!