Fakta Unik : Soto Kuliner Akulturasi Tionghoa dan indonesia

Indonesia memiliki beragam kuliner di berbagai wilayah, dari Sabang sampai Merauke. Satu kuliner indonesia yang paling mudah dijumpai, yaitu soto. Hidangan berkuah panas dan disajikan di dalam mangkuk mempunyai komposisi gizi yang lengkap mulai karbohidrat, serat, rempah-rempah hingga protein ini selalu ada di setiap daerah.
Soto di Indonesia ada banyak macam, rasa dan ciri khas sesuai daerahnya. Uniknya, cara penyajian soto ini berbeda-beda, sesuai dengan kekhasan yang dimiliki tiap daerah. Biasanya soto dihidangkan dengan nasi, lontong, atau ketupat dan dilengkapi kerupuk, perkedel, emping, sambal dan berbagai macam makanan lainnya. Dibalik kenikmatannya, ternyata soto mempunyai fakta unik lainnya yang menarik dan perlu Yolers ketahui.


1. Kuliner asli Tiongkok yang terakulturasi dengan nusantara
Soto sebenarnya kuliner dari Tiongkok yang berakulturasi di Indonesia. Dalam buku yang ditulis Dennys Lombard Berjudul Nusa Jawa : Silang Budaya, asal mula soto adalah makanan Tiongkok bernama Caudo yang artinya jeroan dan rempah-rempah. Soto pertama kali di jajakan di Indonesia pada abad 19 masehi di daerah pesisir pantai utara jawa, salah satunya di Semarang.


2. Sarat filosofi
Ada dua filosofi jawa yang menggambarkan soto. Pertama 'bagi roso', 'bagi roto' dan 'podho roso, 'podho roto'. Keduanya memiliki arti yang sama yakni manusia harus saling berbagi rasa dan berbagi rata. Selain itu sedikitnya suiran daging pada soto dimaknai, setiap keluarga harus pandai berhemat kebutuhan pokok.
Menurut filsuf kebangsaan, soto disimbolkan Bhinneka Tunggal Ika, mengacu pada isi masakan itu yang terdiri dari berbagai campuran bahan makanan. Sebuah simbol persatuan nasional dari berbagai ragam suku bangsa, agama, ras dan antar golongan di Indonesia.


3. Perpaduan dari berbagai budaya
Di dalam semangkok soto terdapat percampuran dari berbagai budaya dan tradisi baik lokal maupun warga pendatang dari luar Indonesia. Seperti, mie atau soun dari Tiongkok, rempah-rempah pala dan lada dari Indonesia, bahkan ada kunyit dari India.


4. Ada 75 jenis soto di 22 daerah
Setidaknya terdapat 75 jenis soto yang ada di 22 daerah Nusantara, dengan total 48 jenis bumbu yang digunakan. Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Murdijati Gardjito selaku pakar kuliner tradisional Universitas Gadjah Mada. Secara umum, bumbu wajib soto diantaranya bawang merah, bawang putih, jahe dan lada/merica. Namun setiap daerah kemudian mengembangkan resep soto sesuai potensi disana.


5. Adanya proses pelokalan
Proses pelokalan kreatif orang Indonesia dalam memadukan tradisi dan cita rasa masakan menciptakan olahan makanan khas baik rasa maupun identitas penamaan khususnya soto. Seperti nama Soto Bangkong diambil dari sebuah kampung di Semarang. Soto Tangkar dari Betawi yang isi sotonya berupa tulang sapi, paru, daging utuh, hati sapi dan babat.


Selain itu penyajian soto juga berbeda. Seperti Coto Makasar menggunakan ketupat, Soto Bogor memakai mie, sotoh khas Jawa Timur dan Madura diberi bubuk koya. Soto Betawi dibuat menggunakan santan, Coto makasar sajian dagingnya lebih banyak dibanding Soto di Jawa Barat serta Soto Kudus yang memakai daging Kerbau sebagai olahan utamanya.

Nah, itulah fakta-fakta unik dari makanan khas Indonesia yakni Soto. Makanan ini cocok untuk disantap pagi hari, siang hari, ataupun saat sedang hujan untuk menghangatkan badan. Buat Yolers yang mau membuat sajian soto, bahan-bahannya bisa di dapatkan di bawah ini ya!

Tampilkan Susun Daftar

10 Items

per page
Set Descending Direction
  1. Sapi
    Sapi Sengkel 250gr
    Rp 40.600
    Quickview
  2. Ayam
    Ayam Broiler Utuh Per Ekor
    Rating:
    80%
    23%
    Regular Price Rp 40.500 Special Price Rp 31.500
    Quickview
  3. Telur
    Telur 1kg
    Rating:
    90%
    Rp 28.350
    Quickview
  4. Sayur
    Bawang Putih 250gr
    Rp 10.850
    Quickview
Tampilkan Susun Daftar

10 Items

per page
Set Descending Direction
Copyright © 2018 Yogya Group. All rights reserved. Syarat & Ketentuan | Kebijakan Privasi