Fakta Unik Makanan Kaleng Yang Harus Kamu Tahu

Makanan kaleng adalah pilihan paling praktis untuk disetok di kondisi darurat. Dari sayur, kacang-kacangan, ikan, daging dan buah ada versi kalengnya. Tahan lama dan kepraktisannya menjadi nilai tambah. Banyak orang bertanya seputar 'rahasia' makanan kaleng yang bisa bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Orang mengira ada banyak bahan pengawet yang ditambahkan ke dalam makanan kaleng, padahal hal ini tidak sepenuhnya benar. Makanan kalengan juga diklaim memiliki sedikit nilai gizi dibandingkan makanan segar, padahal kalau diolah dengan baik dan benar serta dikonsumsi secara bijak, makanan kalengan juga mengandung nutrisi tinggi.

Berikut mimin sampaikan beberapa fakta makanan kaleng yang mimin lansir dari food.detik.com :

1. Sejarah makanan kalengan
Proses pengalengan makanan pertama kali ditemukan pada awal tahun 1800-an oleh chef yang juga ahli pembuat lilin, Nicolas Appert. Pria asli Prancis ini menggunakan sistem vakum panas dan lilin setelah Napoleon Bonaparte mencari cara untuk mengemas makanan untuk pasukannya. Proses pengalengan yang dilakukan Appert ini adalah bentuk sterilisasi, ia menggunakan panas untuk membunuh bakteri dalam makanan. Hal ini pernah juga diterapkan oleh Louis Pasteur pada tahun 1864. Bahan makanan yang menjadi awal percobaan pengalengan adalah susu dan jus buah.


2. Teknik Pengalengan
Sejak awal ditemukan, proses pengalengan dilakukan dengan mengandalkan teknik vakum yang mengeluarkan semua udara dalam kemasan. Kemudian kaleng disterilisasi dengan cara dipanaskan sehingga bakteri dalam kemasan bisa mati sepenuhnya. Dengan teknik vakum dan sterilisasi, makanan kalengan sebenarnya tidak lagi membutuhkan pengawet. Berbagai bahan tambahan seperti gula, garam atau cuka dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami sekaligus sebagai penambah rasa.


3. Kandungan gizi lebih rendah
Ada banyak anggapan kalau makanan kalengan mengandung nilai gizi yang lebih rendah dibandingkan makanan segar. Hal ini memang benar adanya dikarenakan proses pengalengan dengan suhu tinggi. Paparan panas pada makanan ini yang membuat beberapa nutrisi makanan menjadi rusak. Demikian juga dengan kandungan vitamin dalam makanan yang jika didiamkan terlalu lama maka akan semakin rendah nilainya. Makanan kalengan tidak direkomendasikan untuk dijadikan menu utama yang disantap setiap hari.


4. Kaleng dianggap berbahaya
Kaleng yang terbuat dari baja dengan lapisan timah masih diandalkan sebagai wadah terbaik untuk mengemas makanan. Meskipun ada juga yang membuat makanan kalengan dengan menggunakan stoples kaca, namun dari sisi ekonomis, kaleng masih menjadi primadona. Kaleng mengandung bahan kimia berbahaya, salah satunya Bisphenol A (BPA). Zat kimia ini dijadikan lapisan pelindung pada kaleng makanan dan minuman. Namun tidak perlu khawatir karena produsen makanan kalengan pastinya sudah menakar kadar BPA yang aman digunakan. Sebagai pembeli, kamu juga harus teliti. Hindari makanan kaleng yang memiliki kemasan buruk seperti kaleng penyok, menggelembung ataupun berkarat.


5. Cara mengkonsumsi makanan kalengan
Mengkonsumsi makanan kaleng tetaplah harus bijak. Sah saja menjadikan makanan kalengan sebagai stok bahan makanan namun perhatikan saran penyimpanan dan penyajiannya. Makanan kalengan bisa disimpan dalam suhu ruangan di tempat sejuk yang tidak terpapar sinar matahari langsung. Ketika akan diolah, makanan kalengan harus diolah sekaligus atau pindahkan makanan kaleng dalam wadah lain jika hanya ingin menggunakannya sebagian. Hindari menyimpan sisa makanan kalengan dalam kemasan aslinya karena kandungan metal pada kaleng bisa merusak kualitas makanan ketika sudah terkena udara. Jangan pernah menjadikan kaleng kemasan makanan sebagai wadah untuk menyimpan makanan lain. Kaleng kemasan ini bukan untuk digunakan berkali-kali.


Nah, itu tadi lima fakta yang perlu diketahui tentang makanan kaleng. Sewajarnya kita tidak perlu khawatir berlebihan saat mengkonsumsi makanan kaleng. Teknologi dan perkembangan pangan saat ini sudah sangat maju dan memiliki banyak batasan dan undang-undang kesehatan yang harus dipenuhi. Semoga bermanfaat!

 

 

Tampilkan Susun Daftar

16 Items

per page
Set Descending Direction
Tampilkan Susun Daftar

16 Items

per page
Set Descending Direction
Copyright © 2018 Yogya Group. All rights reserved. Syarat & Ketentuan | Kebijakan Privasi