Fakta Menarik Aneka Gizi Makanan Untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak

Kecerdasan otak anak yang tinggi adalah dambaan setiap orang tua. Kecerdasan otak anak bisa dipengaruhi oleh bahan makanan yang dikonsumsi. Melansir dari health.harvard.edu, cara otak berkembang selama kehamilan dan selama dua tahun pertama kehidupan menentukan bagaimana otak bekerja selama sisa hidup seseorang. Untuk mendapatkan hasil tumbuh kembang yang optimal, salah satu hal yang memegang peran penting adalah asupan gizi.

Lemak merupakan komponen utama dalam membentuk sel-sel di dalam otak. Tapi, bukan berarti dia hanya membutuhkan makanan sumber lemak untuk membuatnya cerdas. Asupan zat gizi mikro juga sangat penting, seperti vitamin dan mineral, karena membantu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

Berikut fakta aneka zat gizi yang bermanfaat untuk otak anak.
1. DHA (Docosahexaenoic Acid)
DHA merupakan salah satu bentuk turunan dari asam lemak omega 3 dan merupakan komponen utama dalam pembentukan otak. DHA dapat diproduksi sendiri oleh tubuh berkat asupan makanan sumber asam lemak omega 3. Namun, produksi DHA yang dihasilkan sendiri oleh tubuh tidak begitu efisien, sehingga perlu ditambah dari makanan sumber DHA. Dalam hal perkembangan otak, DHA antara lain membantu pembentukan jaringan saraf, perkembangan sensori, kognitif, dan sistem saraf motorik selama masa pertumbuhan otak. Beberapa jenis ikan yang mengandung lemak, seperti ikan salmon, sarden dan ikan kembung. Dapat ditemukan juga pada bayam dan susu. Kebutuhan DHA untuk anak adalah 20 mg/kg berat badan.

2. LA (Linoleic Acid) dan ALA (Alpha Linolenic Acid)
Lebih dikenal sebagai asam lemak omega-6, merupakan asam lemak tak jenuh yang dapat membantu mencegah rusaknya membran sel di dalam otak. Sumber LA terbanyak ada pada minyak nabati. Sedangkan ALA bisa ditemukan di daun-daunan, minyak biji-bijian, dan minyak ikan.

3. Kolin
Kolin disebut juga lesitin. Kolin merupakan zat gizi penting untuk meningkatkan fungsi memori otak dan berperan dalam pembentukan membran sel untuk penyampaian sinyal di dalam sistem saraf. Fungsi kolin meningkatkan ukuran dan jumlah neuron (sel otak) yang membuat anak-anak lebih mudah belajar dan membantunya mempertahankan apa yang ia pelajari. Kolin terdapat pada Susu, telur, hati, kacang kedelai, havermout, kembang kol, kol dan kacang tanah. Kebutuhan anak-anak akan kolin 200-375 mg per hari.

4. Zat Besi
Zat besi dapat membantu anak untuk terus berenergi dan berkonsentrasi saat belajar atau bermain. Kadar zat besi dalam darah akan meningkat selama pertumbuhan hingga dewasa. Kekurangan zat besi pada otak di masa pertumbuhan tidak dapat tergantikan setelah dewasa. Kekurangan zat besi ini bisa berdampak negatif terhadap otak, terutama terhadap fungsi sistem neurotransmiter atau pengantar saraf. Akibatnya, daya konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan belajar bisa terganggu. Dengan zat besi, daya konsentrasi meningkat. Zat besi bisa ditemukan pada daging sapi, ayam, sayuran hijau. Pada anak usia 1-9 tahun, dibutuhkan 8-10 m zat besi dalam 2 porsi daging atau 100 gram daging sapi adalah 4,05 mg, sehingga bisa memenuhi separuh kebutuhan zat besi anak.

5. Seng
Konsentrasi seng dalam otak terbanyak ditemukan pada neuron yang dapat mengontrol fungsi belajar dan daya ingat. Sehingga seng sangat baik dalam membantu memelihara daya ingat anak ketika belajar dan bermain. Kandungan seng terdapat pada daging, hati, kerang, telur, serealia dan kacang-kacangan.

6. Yodium
Jumlah yodium di dalam tubuh sangat sedikit, kurang lebih 0,00004% dari berat badan anak. Sedangkan kebutuhan hariannya sekitar 90-120 mcg. Sebagian besar yodium ada di dalam kelenjar tiroid, yang digunakan untuk membentuk hormon tiroksin. Hormon ini dibutuhkan dalam proses pertumbuhan anak, perkembangan fisik, mengatur suhu tubuh, pembentukan sel darah merah, fungsi otot dan saraf. Kekurangan yodium bisa menyebabkan menurunnya kemampuan belajar anak. Beberapa jenis ikan, udang dan kerang merupakan makanan yang mengandung yodium

7. Vitamin B6 dan B12
Vitamin B6 dapat membantu meningkatkan memori dan kemampuan otak dalam memproses informasi pada tingkat yang lebih cepat. Sedangkan vitamin B12 terbukti dapat memperbaiki serat saraf otak dan menjaga kadar homocysteine dalam darah pada tingkat yang sehat. Makanan sumber vitamin B6 bisa ditemukan pada ikan tuna dan telur. Sedangkan sumber vitamin B12 ditemukan pada daging sapi, hati, ikan, dan kerang.

Itulah fakta dan manfaat gizi setiap makanan yang dibutuhkan untuk mencerdaskan otak Si Kecil. Semoga bermanfaat!

Tampilkan Susun Daftar

6 Items

per page
Set Descending Direction
Tampilkan Susun Daftar

6 Items

per page
Set Descending Direction
Copyright © 2018 Yogya Group. All rights reserved. Syarat & Ketentuan | Kebijakan Privasi